BUMDes Mitra Warga Pasirhalang Laporkan Perkembangan Tiga Unit Usaha, Transparansi dan Keberlanjutan Jadi Sorotan
SUKARAJA, — Pemerintah Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka penyampaian laporan semester Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Warga Desa Pasirhalang.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Pasirhalang, Jumat (02/10/2026), tersebut menjadi forum evaluasi terbuka terhadap perkembangan usaha BUMDes setelah mendapatkan penyertaan modal desa, sekaligus menjadi ruang untuk menggali berbagai kendala dalam pelaksanaan kegiatan usaha.
Musdes dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Sukaraja Ai Hamidah yang mewakili Camat Sukaraja, Kasi PMD Kecamatan Sukaraja Erni, perwakilan Binwasdes, Pj. Kepala Desa Pasirhalang Asep Hermawan, BPD, kelompok tani, unsur LKD, perwakilan warga miskin, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.
Ketua BUMDes Mitra Warga Desa Pasirhalang, Asep Saepudin, didampingi Sekretaris BUMDes Mas'un, memaparkan perkembangan usaha yang telah dijalankan selama satu semester setelah adanya penyertaan modal desa.
Dalam pemaparannya dijelaskan, penyertaan modal pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp342 juta, yang dialokasikan untuk mendukung tiga unit usaha dalam program ketahanan pangan desa.
Ketiga unit usaha tersebut meliputi peternakan telur puyuh, budidaya ikan nila, dan pertanian padi.
Selain menyampaikan perkembangan masing-masing unit usaha, BUMDes juga memaparkan posisi keuangan serta berbagai dinamika yang dihadapi selama menjalankan kegiatan usaha.
Ketua BUMDes Mitra Warga, Asep Saepudin, mengatakan laporan semester tersebut merupakan bagian dari bentuk pertanggungjawaban pengelolaan usaha kepada penasihat BUMDes, dalam hal ini kepala desa, sekaligus kepada masyarakat.
“Musdes ini lebih kepada penyampaian laporan semesteran BUMDes kepada penasihat, dalam hal ini kepala desa, dan kepada masyarakat terkait kegiatan usaha yang sudah dilaksanakan BUMDes Desa Pasirhalang,” ungkap Asep.
Menurutnya, karena usaha BUMDes tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan, hasil dari masing-masing unit usaha belum seluruhnya dapat diketahui secara final.
Meski demikian, salah satu unit usaha, yakni peternakan telur puyuh, disebut telah mulai memberikan hasil dengan nilai sekitar Rp6 juta. Sementara untuk sektor perikanan ikan nila dan pertanian padi masih menunggu masa panen dan perhitungan hasil usaha.
“Ini masih tahapan dan bertahap. Dari sektor telur puyuh sudah ada hasil sekitar Rp6 juta. Untuk padi masih menunggu panen, informasinya bulan Desember, sedangkan perikanan ikan nila diperkirakan bulan Oktober,” jelasnya.
Asep menambahkan, evaluasi yang lebih menyeluruh terhadap keuntungan usaha akan dilakukan melalui laporan semester berikutnya maupun laporan tahunan. Dalam forum tersebut, masyarakat juga diberikan ruang untuk mengetahui sekaligus memberikan masukan terhadap pengelolaan BUMDes.
“Setelah laporan semester satu ini, nanti ada laporan semester dua atau laporan tahunan. Dari sana akan lebih terlihat secara jelas berapa keuntungan yang diperoleh dari masing-masing kegiatan usaha,” ujarnya.
Dalam Musdes tersebut, BPD bersama peserta musyawarah juga melakukan pembahasan terhadap laporan yang telah disampaikan BUMDes. Setelah melalui pemaparan dan pembahasan bersama, laporan semester BUMDes Mitra Warga akhirnya dapat diterima oleh peserta Musdes.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sukaraja, Ai Hamidah, menyampaikan bahwa keberadaan BUMDes memiliki tujuan strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Menurutnya, BUMDes bukan hanya dituntut mampu menjalankan unit usaha, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan desa.
“Tujuan dari BUMDes tentunya bagaimana potensi yang ada di desa bisa dikelola dan dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif. Jangan sampai keberadaan BUMDes hanya sebatas lembaga usaha, tetapi manfaatnya belum dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ai Hamidah.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Musdes yang menjadi ruang keterbukaan dan evaluasi terhadap pengelolaan BUMDes. Menurutnya, laporan secara berkala penting dilakukan agar masyarakat mengetahui perkembangan usaha, penggunaan modal, kendala yang dihadapi, hingga hasil yang telah dicapai.
“Pelaporan seperti ini penting karena menjadi bagian dari transparansi dan evaluasi. Dengan adanya laporan, kita bisa melihat apa yang sudah berjalan, apa yang masih menjadi kendala, dan apa yang perlu diperbaiki ke depannya,” katanya.
Ai Hamidah berpesan agar pengurus BUMDes terus meningkatkan profesionalisme dalam mengelola setiap unit usaha. Setiap keputusan usaha, menurutnya, perlu dilakukan secara cermat, terbuka, dan berdasarkan potensi serta kebutuhan yang ada di Desa Pasirhalang.
“Pesan kami, pengelolaan BUMDes harus dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel. Setiap usaha harus dihitung dengan baik, mulai dari modal, biaya operasional, risiko sampai dengan hasil yang diperoleh. Jangan hanya mengejar kegiatan, tetapi bagaimana usaha tersebut benar-benar berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap tiga unit usaha yang saat ini dikembangkan, yakni telur puyuh, perikanan ikan nila dan pertanian padi, dapat terus dievaluasi sehingga mampu berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian desa.
“Harapannya tentu usaha yang sudah berjalan ini bisa berkembang, tidak berhenti pada tahap awal saja. Kalau dikelola dengan baik, mudah-mudahan ke depan dapat meningkatkan pendapatan BUMDes, memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa, sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Ai Hamidah, penguatan ketahanan pangan juga harus menjadi perhatian dalam pengembangan usaha BUMDes. Karena itu, hasil dari setiap unit usaha diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki dampak terhadap ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana BUMDes ini bisa hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. Ketahanan pangan harus diperkuat, perekonomian masyarakat didorong, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Desa Pasirhalang dapat meningkat,” pungkasnya.
Lebih jauh, Asep berharap keberadaan BUMDes Mitra Warga tidak sekadar menjadi lembaga pengelola usaha desa, tetapi mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.
“Harapannya BUMDes ini bisa menjadi salah satu sokoguru perekonomian desa, membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan Pendapatan Asli Desa, dan pada akhirnya meningkatkan kemakmuran masyarakat Desa Pasirhalang,” tuturnya.
Ia menegaskan, pengembangan unit usaha ketahanan pangan juga memiliki tujuan strategis agar ketersediaan pangan di Desa Pasirhalang tetap terjaga.
“Intinya untuk ketahanan pangan. Jangan sampai stok pangan di Desa Pasirhalang mengalami defisit. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat desa, harapannya hasil usaha ini juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Terkait pembagian keuntungan usaha, Asep menjelaskan bahwa hasil yang diperoleh nantinya akan dibahas dan dialokasikan sesuai ketentuan yang disepakati. Di antaranya untuk operasional BUMDes, pengawas, penasihat, penambahan modal BUMDes, serta dana sosial atau pembangunan.
“Dari hasil keuntungan nantinya ada pembagian untuk operasional BUMDes, pengawas, penasihat, kemudian penambahan modal BUMDes, dan yang terakhir dana sosial atau dana pembangunan. Persentasenya akan dibahas pada akhir tahun sesuai hasil usaha yang diperoleh,” pungkasnya.
Musdes tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Desa, BPD dan masyarakat untuk memastikan pengelolaan BUMDes berjalan secara terbuka, terukur dan berorientasi pada manfaat. Dengan tiga sektor usaha yang mulai berjalan, BUMDes Mitra Warga diharapkan mampu berkembang secara bertahap serta memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi dan ketahanan pangan Desa Pasirhalang.
Prima RK
Baca Juga:
Posting Komentar